Oleh : Drs. H.M. Syamsuddin, M.Pd.
Disampaikan pada Pelatihan Melati Muda
Pemuda Muhammadiyah Banten
Islam adalah agama dakwah dan dipertahankan dengan darah, lalu menjadi bahan kajian dan sorotan di berbagai mass media apakah Islam “agama Perang atau Damai?”. Pertanyaan itu terkadang menjadi alat legitimasi tindakan exclusivisme, radikalisme dan anarkisme dalam Islam. Merubah keadaan secara demonstratif emosional dipandang sebagai pilihan yang tepat mengatas namakan dakwah Islam amar ma’ruf nahi munkar, padahal Rasulullah SAW. melaksanakan dakwah yang dibimbing langsung oleh Allah, memakan waktu tidak kurang dari 23 tahun, ada dakwah sirri, dakwah jahri, periode Mekkah, periode Madinah adalah merupakan mata rantai sejarah yang menjadi uswah hasanah bagi semua insan pelaku dakwah. Di sinilah arti pentingnya mempelajari metode dan rhetorica dakwah Rasulullah secara kaafah.
Rhetorica artinya “seni berpidato”, dakwah artinya “menyeru, mengajak, mengundang” manusia ke jalan Allah. Maka rhetorica dakwah artinya seni dalam berdakwah untuk menyeru manusia ke jalan Allah. Dalam arti yang lebih luas, dakwah harus dipandang sebagai “proses membumikan Islam secara total” dengan tiga dimensi garapan (QS. Ali Imran : 104), yaitu:
1. Yad’uuna ilalkhoir (menyeru kepada kebaikan)
2. Ya-muruuna bilma’ruf (memerintahkan yang ma’ruf)
3. Yanhauna ‘anil munhar (mencegah dari yang munkar).
Merekalah orang-orang yang memperoleh keberuntungan.
Proses membumikan Islam secara total memerlukan taktik dan strategi perjuangan yang matang, merapatkan barisan dengan organisasi dan manejemen yang profesional, bahkan menuntut metodologi yang mampu menggugah kesadaran masyarakat penerima dakwah, sehingga keseluruhan aktivitas dakwah Islam bukan hanya singkat, padat, akurat tapi juga memikat. (QS. As-Shaf : 4 ; An-Nahl : 125).
III. UNSUR-UNSUR DAKWAH
Adapun unsur-unsur yang termasuk Arkanud da’wah meliputi:
1. Da’i (Pelaku dakwah)
2. Mad’u (Penerima dakwah)
3. Materi Dakwah (Pesan dakwah)
4. Tujuan Dakwah (Target sasaran dakwah)
5. Media Dakwah (sarana prasarana dakwah)
6. Metodologi Dakwah (Taktik strategi dan rhetorica dakwah).
Untuk mengimplementasikan undur-unsur tersebut, membutuhkan 6 M yang termasuk dalam tools of management, yaitu:
IV. RHETORICA DAKWAH RASULULLAH
Di dalam Al-Qur’an (Surat Fusshilat : 33 ; An-Nahl : 125 ; Al-Ahzab : 21 dan As-Shaf : 2-3), rhetorica dakwah Rasulullah sekurang-kurangnya meliputi:
1. Bilhikmah (dengan pengetahuan/kebijaksanaan)
2. Al-Mau’idzoh hasanah (sistem pengajaran yang sistimatis)
3. Al-Mujadalah (diskusi/dialog interaktif)
4. Uswatun Hasanah (contoh teladan yang baik).
5. Al-a’malus sholihah (dengan berbagai kebajikan)
Bertitik totak dari rhetorica dakwah Rasulullah, ternyata dakwah bilhal jauh lebih efektif bila dibandingkan dengan dakwah billisan dan dakwah bilqolam/bilkitabah, sehingga dakwah lebih berorientasi kepada human need dan human interest (kebutuhan dan kepentingan manusia).
Penyelenggaraan dakwah, selain membutuhkan organisasi dan manajemen juga menutut figur pemimpin yang memiliki komitmen dan konsistensi yang tinggi dengan sifat-sifat yang utama dari pribadi Rasulullah SAW, yaitu:
1. Sidiq (memiliki komitmen yang tinggi)
2. Amanah (konsisten dalam pendirian, perkataan dan perbuatan)
3. Tabligh (mampu berkomunikasi dan berinteraksi dengan baik)
4. Fathonah (visioner, mampu mencari peluang dan menjawab tantangan zaman).
Kunci keberhasilan dakwah Rasulullah tidak pernah melakukan kemunafikan sekecil apapun, sehingga dakwah beliau diakui oleh kawan dan dikagumi oleh lawan. Karena amat besar kemurkaan Allah kepada orang-orang yang hanya pandai mengatakan tapi tidak pandai melaksanakan, mahir menyuruh orang lain berbuat baik, tapi ia lupa terhadap diri sendiri. (QS. As-Shaf : 2-3 ; Al-Baqarah : 44).
VI. KESIMPULAN
Dakwah adalah pekerjaan terpuji, mulia dan terhormat yang menjadikan manusia makhluk bermartabat, maka perlu menggunakan metode dan rhetorica yang memikat. Rhetorica dakwah yang paling efektif adalah dengan bil hal (tindakan nyata) yang lahir dari pribadi utama (uswah hasanah).
VII. REFERENSI
1. Fiqhud Da’wah – DR. Sayyid Qutub
2. Ushulud Da’wah – DR. Abdul Karim Zaidan
3. Rhetorica Da’wah – Tim Pemandu PLKS
4. Manajemen Da’wah – Drs. A. Rosyad Shaleh
5. Muhammadiyah Sebegai Gerakan Islam – Drs. H. Musthafa Kamal, B.Ed
6. Ust. Gadungan Belagak Alim – Syeikh Bakr bin Abdillah Zaid.
Label: Retorika
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
